Senin, 24 Juni 2019

Inilah Jenis-jenis Imunisasi untuk Anak yang Wajib Anda ketahui


Pada saat bayi baru lahir, tentu saja tubuhnya masih rentan terkena penyakit dan virus yang bertebaran di lingkungan sekitar. Sistem kekebalan tubuhnya masih sangat rendah sehingga tidak mampu untuk melawan berbagai penyakit. Jika bayi terkena penyakit, maka tubuhnya tidak mampu untuk melakukan perlawanan sehingga bisa membahayakan nyawa bayi tersebut. Oleh karena itu, bayi yang baru lahir membutuhkan imunisasi agar daya tahan tubuhnya menjadi lebih kuat.

Imunisasi merupakan proses untuk membuat daya tahan tubuh seseorang menjadi kebal terhadap berbagai penyakit. Proses ini biasanya dilakukan dengan cara disuntikan ke dalam tubuh atau diteteskan secara oral. Balita bahkan bayi yang baru lahir sekalipun wajib untuk melakukan imunisasi agar terhindar dari berbagai ancaman virus yang bisa merusak berbagai organ tubuh. Oleh karena itu, Anda sebagai orang tua harus memahami berbagai jenis imunisasi untuk anak sesuai dengan usianya juga waktu pemberiannya.

Agar Anda bisa lebih disiplin dalam melakukan imunisasi untuk anak Anda, maka pahami terlebih beberapa jenis imunisasi berikut ini.

1. Bacille Calmette Guerin (BCG)
Jenis imunisasi yang satu ini berfungsi untuk mencegah anak dari penyakit Tuberkulosis (TBC). Penyakit tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri yang umumnya menyerang paru-paru. Agar anak terhindar dari penyakit yang satu ini, maka lakukan imunisasi BCG. Caranya yaitu dengan menyuntikannya pada bagian paha atau lengan anak. Imunisasi BCG ini diberikan pada saat sang anak menginjak usia 2 sampai 3 bulan. 

Jika Anda terlambat untuk melakukan imunisasi BCG pada anak Anda, maka lakukan pengecekan tuberculin apakah sang anak terbebas dari penyakit Tuberkulosis atau tidak.

2. Difteri, Tetanus, Pertussis (DPT)
Jenis imunisasi yang selanjutnya yaitu imunisasi Difteri, Tetanus, Pertusis (DPT). Suntik DPT dilakukan agar anak terhindar dari penyakit difteri, tetanus, dan pertusis yang bisa membahayakan tubuhnya. Imunisasi ini dilakukan sebanyak 5 kali, yaitu saat anak Anda menginjak usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 18 sampai 24 bulan, dan saat berusia 5 tahun. Imunisasi yang satu ini akan diulang pada saat anak menginjak usia 12 tahun dan 18 tahun.

3. Campak
Penyakit campak merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus sehingga timbul ruam di seluruh tubuh. Penyakit ini bisa menular sehingga dibutuhkan imunisasi campak sebagai pencegahannya. Suntik campak bisa dilakukan saat anak menginjak usia 9 bulan, lalu dilanjutkan saat anak menginjak usia 5 sampai 8 tahun. Sesaat setelah melakukan suntik campak ini, Anak Anda akan mengalami reaksi berupa demam, dan hal tersebut tidak perlu Anda khawatirkan karena bersifat normal.

4. Polio
Polio atau Polymetis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf sehingga menyebabkan kelumpuhan otot. Untuk mencegah hal ini, maka berikan imunisasi polio pada anak Anda saat berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Anda bisa kembali mengunjungi puskesmas, dokter, atau posyandu untuk kembali melakukan imunisasi saat anak Anda menginjak usia 3 dan 6 tahun.

Itulah beberapa jenis imunisasi yang wajib Anda ketahui. Anda perlu melindungi diri Anda dan juga anak Anda dari berbagai serangan penyakit yang bertebaran di lingkungan sekitar. Jika melakukan imunisasi, maka kekebalan tubuh Anda dan anak Anda akan semakin kuat sehingga mampu untuk melawan berbagai jenis penyakit yang hinggap di tubuh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar