Rabu, 13 Februari 2019

Ingin Transaksi Jual Beli Rumah? Ketahui Tata Caranya Berikut Ini


Di zaman yang semakin modern seperti sekarang ini, jual beli rumah merupakan salah satu aktivitas yang mudah untuk dilakukan. Sebab kini banyak perantara jual beli yang siap membantu memudahkan proses jual beli sampai selesai. Bagi anda yang ingin menjual atau membeli rumah secara cepat dan aman maka cara ini merupakan salah satu pilihan yang tepat. Bagi anda yang ingin membeli rumah maka bisa mempersiapkan persyaratan yang diperlukan kepada perantara selanjutnya anda akan dibantu untuk mengurus secara detail perizinan jual beli tersebut. Namun sebagai penjual maupun pembeli, sebaiknya anda mengetahui tata cara jual beli hunian secara benar agar nantinya memudahkan anda melakukan transaksi tersebut.

Tata Cara Jual Beli Rumah yang Benar

Seperti yang telah diketahui bahwa saat ini sudah banyak perantara yang siap membantu transaksi jual beli rumah. Namun akan lebih baik jika anda juga memahami tata cara transaksi tersebut karena ada persyaratan yang perlu dipersiapkan. Selain itu memahami tata cara tersebut juga menghindarkan anda dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Saat penjual dan pembeli sepakat bertransaksi sesuai kesepakatan harga maka ada beberapa tahapan yang perlu dilalui diantaranya sebagai berikut.
1. Pihak penjual sebaiknya menunjukkan bukti kepemilikan rumah yang berupa sertifikat rumah asli, bukti pembayaran PBB, blueprint rumah, dan akta Jual Beli Asli. Beberapa dokumen tersebut bukan untuk diserahkan namun hanya sebagai bukti. Bila penjual membeli rumah tersebut dengan cara over kredit rumah KPR serta belum lunas maka bukti kepemilikan rumah biasanya masih berada di bank. Namun sebagai gantinya bisa ditunjukkan berupa fotokopi sertifikat yang dipinjam dari bank.


2. Sesudah pembeli merasa yakin untuk melanjutkan transaksi jual beli maka pihak penjual boleh meminta uang muka sebagai tanda jadi. Tetapi jumlah uang muka tersebut tidak mengikat. Namun upayakan adanya kwitansi dan Surat Pengikat Perjanjian Jual Beli yang dibuatkan oleh notaris.


3. Pihak pembeli akan melanjutkan proses jual beli dengan menghubungi pihak notaris yang sudah ditunjuk untuk membantu mengurus Akta Jual Beli. Namun untuk biaya jasa notaris ini akan menjadi tanggungan pihak pembeli.


4. Pihak penjual harus memberikan data-data asli mengenai kepemilikan rumah diantaranya sertifikat, AJB, PBB, IMB serta fotokopi data pribadi penjual berupa KTP serta Kartu Keluarga. Selanjutnya surat-surat tersebut harus diserahkan pada notaris dalam bentuk asli lalu penjual akan memperoleh tanda terima yang dipakai untuk pengambilan surat-surat tersebut nantinya.


5. Untuk surat-surat asli rumah akan dipakai oleh pihak notaris dalam pengecekan kebenaran serta keaslian surat-surat tersebut di Badan Pertanahan Nasional. Jika saat proses pengecekan surat-surat tersebut tidak terdapat masalah atau sengketa maka pihak notaris akan membuat jadwal tanda tangan dari pihak penjual, pembeli dan saksi-saksi yang ditunjuk.


6. Jika proses penandatanganan selesai dilakukan, maka pihak pembeli harus melunasi harga rumah tersebut. Sedangkan penjual wajib memberitahu notaris jika proses pelunasan telah selesai dilakukan. Untuk bukti-bukti tanda terima surat-surat asli rumah tersebut akan diserahkan pada pembeli. Selanjutnya pembeli diminta untuk mengambil surat kepemilikan rumah yang asli yang kini sudah berpindah tangan.


7. Tahap berikutnya, pihak pembeli dapat melakukan pendaftaran balik nama rumah serta bangunan dari pihak pemilik lama untuk diubah ke pemilik yang baru. Perubahan tersebut diajukan ke Kantor Badan Pertanahan Nasional dengan membawa sertifikat AJB, IMB, pembayaran PBB, serta fotokopi KTP maupun KK dari pemilik rumah lama maupun pemilik rumah yang baru.

Biaya yang Diperlukan Dalam Jual Beli Rumah

Setelah mengetahui tata cara jual beli rumah, selanjutnya anda perlu mengetahui biaya apa saja yang diperlukan dalam transaksi jual beli tersebut. Biaya ini menjadi bagian yang penting dalam jual bei dan sebaiknya perlu diketahui oleh pihak penjual maupun pembeli rumah. Apa saja biaya-biaya yang dimaksud? Berikut penjelasannya.
1. Biaya Pengecekan Sertifikat
Biaya yang satu ini harus dikeluarkan oleh penjual untuk mengecek sertifikat di Kantor Badan Pertanahan Nasional. Pengecekan ini bertujuan untuk mengetahui apakah sertifikat bebas dari masalah maupun sengketa.


2. Biaya Akta Jual Beli
Biaya ini dibutuhkan untuk pembuatan Akta Jual Beli (AJB) yang dilakukan oleh pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebagai bentuk imbalan jasa dengan besarnya 1% dari nilai transaksi.
3. Biaya Akta Kuasa Menjual
Jika penjual menunjuk pihak lain sebagai perwakilan penjualan rumah maka Akta Kuasa menjual harus melalui pihak PPAT. Besarnya biaya Akta Kuasa Menjual ini yaitu 1% dari harga rumah yang dijual.


4. Biaya Akta Pengikat Jual Beli
PJB biasanya dibuatkan oleh notaris karena adanya sebab-sebab yang membuat proses jual beli belum selesai secara tuntas.


5. Biaya Balik Nama
Biaya ini digunakan untuk proses mengubah nama sertifikat dari pemilik lama ke pemilik baru yang diajukan oleh pihak PPAT pada Kantor Badan Pertanahan Nasional.


6. Biaya PPh
Untuk biaya PPh ini besarnya telah ditentukan pemerintah yaitu 2,5% dari nilai transaksi dan dibayarkan oleh pihak penjual. PPH dibayarkan sebelum proses penandatangan Akta Jual Beli maupun bank penerima pembayaran.
Itulah tadi penjelasan mengenai tata cara jual beli rumah yang benar untuk menambah wawasan anda. Informasi di atas memang sangat penting dipahami oleh penjual dan pembeli rumah agar transaksi jual bel berjalan lancar dan tidak merugikan kedua pihak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar